total views

Thursday, September 20, 2012

Apa sebenarnya rindu itu?



Bismillah .. Menurut para ulama Rindu ialah sesuatu perkara yang berlaku karena terlalu mencintai seseorang. Maka terkadang rindu dibaluti dengan sikap berjaga-jaga. Terkadang ada juga yang terlalu berlebih-

lebihan dalam mengungkapkan kalimah rindu sehingga melampaui batas yang diletakkan oleh Syara’.

Sebagai manusia, seringkali kita korbankan waktu dan tenaga sia-sia, untuk mengemas rindu yang tak ketahuan adanya, yang bukan rindu sebenarnya.

Kerinduan akan tahta, mengantarkan kita untuk menghamba pada dunia. Tak pernah puas, walau sudah melibas semua yang tertindas.

Kerinduan akan harta, menyebabkan kita buta. Tak peduli mengambil punya siapa, yang penting diri tak menderita.

Kerinduan akan cinta manusia, membawakan sengsara. Sebab yang ada hanya kecewa, kalau cinta tak dibalas cinta.

Lalu apakah Rindu itu salah?

Tidak

Rindu itu fitrah… Rindu merupakan amalan hati yang mana manusia tiada kuasa untuk menghalangnya.

Baik tidaknya rindu tergantung dari bagaimana kita mengemas Rindu itu.

Kerinduan akan harta, kemaslah rindu itu untuk meningkatkan ibadah dan membawa diri pada nikmatnya qana’ah.

Kerinduan akan Menikah, kemaslah rindu itu sebagai bekal untuk menigkatkan kualitas diri dan semakin mendekatkan kepada Sang Pemilik Hati, Robbul ‘Izzati.

Kerinduan akan cinta manusia,
Menurut Syeikh al-Qadhi Muhammad Ahmad Kan’an , seorang perindu yang benar-benar menjaga dan menyembunyikan perasaan tersebut daripada pengetahuan orang lain akan mendapat pahala dan ganjaran di atas mujahadah yang dilakukannya. Bahkan al-Imam Tahtawi radhiyallahu anhu menyebutkan di dalam hasyiyah Muraqi al-Falah (kitab fiqh Mazhab Abu Hanifah) , beliau menukilkan perkataan daripada al-Imam Suyuti radhiyallahu anhu :

“ Orang yang menyembunyikan perasaan rindu sebegini kepada seseorang yang dirinduinya maka jika dia mati dalam keadaan tersebut akan mendapat ganjaran seumpama golongan Syahid akhirat”.

di sini, saya share bersama 1 kisah antara Saidina Ali dan Fatimah Az-Zahrah:

Setelah pernikahan antara Ali dan Fatimah, Fatimah telah berterus terang dengan Saidina Ali akan sesuatu perkara, "Wahai Ali, sebelum aku menikahi engkau di Kota Mekah, ada seorang lelaki yang telah menjadi idola di hatiku. Aku sangat ingin kelak dia menjadi suamiku. Tapi semua itu aku simpan di dalam hatiku." kata Fatimah. "Kalau begitu, engkau menyesalkah mengahwini aku? Tanya Ali. "Tidak. Kerana pemuda itu adalah engkau." Jawab Fatimah

Subhanallah….

Mari kita kemas kerinduan kita semata mata hanya untuk Allah Subhanahu Wa ta’ala.
Kita kemas rindu kita,
Seperti rindunya Khansa dan ke empat anaknya menjemput syahid
Seperti rindunya Nabi Yusuf yang tak tergoyahkan oleh Zulaikha
Seperti rindunya Nabi Ismail yang hanya dipesembahkan untuk Allah.

(♥ Subhanallah || Semoga Bermanfaat & Silahkan Di Share ♥)

#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik ...

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management