total views

Monday, July 13, 2015

khutbah idul fitri

Contoh Teks Khutbah Singkat Idul Fitri : Makna Idul Fitri

Contoh Teks Khutbah Singkat Idul Fitri : Makna Idul Fitri

Contoh Teks Khutbah Singkat Idul Fitri : Makna Idul Fitri > Para salafuna shaleh sering meneteskan air mata dari lisan mereka sering terucap sebuah do’a sebagai ungkapan kerinduan akan datangnya ramadhan “ Ya Allah anugrahkanlah  kepada kami bulan Ramadhan”. Ternyata tanpa terasa ramadhan begitu cepatnya berjalan meninggalkan kita. Tetesan air mata mengalir, perasaan sedih bergemuruh dalam kalbu.

Kini telah tiba Idul Fitri yang  merupakan hari raya seluruh kaum muslimin. Bersama-sama dengan umat Islam semuanya dari segala arah dan penjuru dunia dari sabang sampai merauke tak henti-hentinya mengumandangkan alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil. Pada kesempatan kali ini saya akan menulis Contoh Khutbah dengan tema Makna Idul Fitri.
Contoh Teks Khutbah Singkat Idul Fitri : Makna Idul Fitri


KHUTBAH KE 1

الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله الله أكبر ولله الحمد
اَلْحَمْدُ للهِ وَحْدَهُ، نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ اِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرُ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَهُوَ الْمُهْتَدُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا.
 أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ بَلَغَ الرِّسَالَةَ وَأَدَّى اْلأَمَانَةَ وَنَصَحَ لِلأُّمَّةِ وَتَرَكَنَا عَلَى الْمَحْجَةِ الْبَيْضَاءِ لَيْلَهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيْغُ عَنْهَا اِلاَّ هَالِكٌ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ دَعَا بِدَعْوَتِهِ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ, فَيَا عِبَادَ اللهِ اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي الْخَاطِئَةِ الْمُذْنِبَةِ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيْلِ بَعْدَ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Kita panjatkan puji dan syukur terhadap Alloh SWT atas karunia dan rahmat-Nya, pagi hari ini kita dapat bersama-sama melaksanakan shalat Idul Fitri, setelah sebulan lamanya kita beribadah puasa dan mengerjakan amaliah Ramadhan, kemudian kita sempurnakan dengan melaksanakan perintah wajib zakat dan anjuran bersedekah. Marilah kita sama-sama meningkatkan takwa terhadap alloh dengan takwa yeng sebenar-benarnya.

Hadirin rahimakumulloh

Di negara-negara muslim, perayaan Idul Fitri sangatlah meriah dengan mengutamakan syi’ar islam, terlebih bagi warga Indonesia yang sudah membudaya. Semua itu merupakan daya tarik suasana Idul Fitri bagi kebanyakan keluarga-keluaga muslim Indonesia yang mempunyai nilai luhur untuk memupuk dan meningkatkan hubungan kekeluargaan dan kebersamaan serta menjalin rasa solidaritas sosial dan Ukhuwah Islamiyah.

Hadirin rahimakumulloh

Selama bulan Ramadhan kita telah berusaha meningkatkan iman dan takwa kita dengan memperbanyak amal ibadah dan mengalahkan hawa nafsu serta bujukan syetan. Kita tampil sebagai pemenang dan pada hari raya Idul Fitri yang merupakan moment kemenangan ini kita diperintahkan untuk saling memaafkan sebagai tanda orang yang bertakwa.

Alloh berfirman:

 وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya: Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Allohu akbar, Allohu akbar, Allohu akbar, walillahilhamdu.

Idul Fitri secara harfiah berarti kembali kepada kesucian, yang merupakan sifat dan kodrat manusia yang senantiasa mempunyai kecenderungan kepada kebenaran dan ketauhidan.

Hari raya Idul Fitri bukan berarti serba baru, pakaian baru, sepatu baru, dan makanan yang enak-enak akan tetapi makna Idul Fitri terdapat beberapa pendapat dalam memaknainya, Jika dilihat dari segi bahasanya, Idul Fitri terdiri dari dua kata yaitu ‘id dan fitri. Dan masing-masing dari kata ini memiliki maknanya tersendiri:
  1. Kata ‘id  Ada yang mengatakan bahwa ‘Id berasal dari kata ‘aada ya’uudu yang berarti kembali. Namun ada juga yang menterjemahkan ‘Id ini sebagai hari raya, atau hari berbuka.
  2. Adapun yang menerjemahkan fitri dengan “fitrah”, yang berarti suci dan bersih.
Idul Fitri diartikan dengan kembali kepada fitrah atau kesucian, karena telah ditempa dengan ibadah sebulan penuh di bulan ramadhan. Dan karenanya ia mendapatkan ampunan dan maghfirah dari Allah SWT. Shalat ‘Id (‘Idul Fitri) hukumnya sunnah mu’akkadah, kecuali madzhab Abu Hanifah yang mengatakannya fardhu kifayah. 

Allah SWT berfirman

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى
Artinya: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman). Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.” (Al-A’la 14 – 15)

Hadirin rahimakumulloh

Aidil fitri sebagai hari yang berkah dan hari yang hanya terkhusus bagi kaum muslimin Maknanya pada 1 Syawal haram bagi umat Islam berpuasa. Hari Raya Aidil fitri juga adalah hari kemenangan buat umat Islam bagi yang telah berjaya melawan nafsu sepanjang bulan puasa. Membersihkan diri dari dosa-dosa dan melakukan amalan yang baik di bulan puasa, mereka itu umpama bayi yang baru lahir.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam yang diriwayatkan dari Saad bin Aus Al-Ansari dari ayahnya Radiallahuanhu baginda bersabda maksudnya : "Apabila tiba Hari Raya Fitrah, berdirilah malaikat di pintu-pintu jalan lalu menyeru, pergilah wahai kaum muslimin menghadap tuhan yang pemurah yang memberikan kebajikan dan kemudian memberikan pahala yang banyak, demi sesungguhnya kamu telah diperintahkan untuk melakukan Qiamullail maka kamu membuatnya, dan kamu diperintahkan untuk berpuasa pada siangnya maka kamu berpuasa, kamu juga mentaati tuhan kamu maka kamu terimalah balasan kamu, maka apabila bersembahyang maka akan menyerulah orang yang menyeru : ketahuilah bahawasanya tuhan kamu telah mengampunkan kamu dan pulanglah menuju tunggangan kamu dan itu adalah hari menerima balasan dan dinamakan hari itu di langit sebagai hari Aljaizah (hari mendapat ganjaran)".

Hadirin rahimakumulloh

Penutup, mudah-mudahan berkat ibadah selama bulan Ramadhan yang dilengkapi dengan menunaikan Zakat fitrah, Insya Allah kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrohnya, karena ibadah puasa Ramadhan berfungsi sebagai tazkiyatun nafsi yaitu mensucikan jiwa dan Zakat fitrah berfungsi sebagai tazkiyatul badan,  yaitu mensucikan badan, maka setelah selesai ibadah puasa dan menunaikan zakat, seorang muslim akan kembali kepada fitrohnya yaitu suci jiwanya dan suci badanya.

Dalam kesempatan berlebaran di hari raya yang suci ini, mari kita satukan niat tulus ikhlas dalam sanubari kita, kita hilangkan rasa benci, rasa dengki, rasa iri hati, rasa dendam, rasa sombong dan rasa bangga dengan apa yang kita miliki hari ini. Mari kita ganti semua itu dengan rasa kasih sayang dan rasa persaudaraan.

KHUTBAH KE 2

 الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله أكبر، لا إله إلا الله الله أكبر ولله الحمد
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمن سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ ؛ فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ مَعَاشِرَ المُؤْمِنِيْنَ عِبَادَ اللهِ : اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَرَاقِبُوْهُ مُرَاقَبَةً مَنْ يَعْلَمُ أَنَّ رَبَّهُ يَسْمَعُهُ وَ يَرَاهُ
   اللهم اغـفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم والاموات اللهم اعـز الاسلام والمسلمين واهلك الكفرة والمشركين ودمر اعدائنا واعدائك اعداء الدين بحق رب العالمين ربنا اتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار برحمتك يا ارحم الراحمين والحمد لله رب العالمين 
 عباد الله ان الله يأمر بالعدل والاحسان وايتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر استغفرالله لي ولكم
Demikian Contoh Teks Khutbah Singkat Idul Fitri : Makna Idul Fitri semoga menjadi ilmu pengetahuan yang bermanfaat.

Friday, October 12, 2012

sharia transaction contracts



         we already know that the world of banking and business world around the world must evolve. remember about the banking and business world, we often hear about sharia is not it? not only the transaction in general we will know, but also Islamic-based transactions. because we are a Muslim and seeking the pleasure of God. in the business world we know the contract. many kinds of contract in the world. however, which I will describe is an agreement based on Islamic and halal insyalllah



etimologis definition?


          Contract or Agreement in Arabic is 'uqud plural of' aqd, which is the language of his meaning, bind, join, lock, restrain, or in other words to make a deal. In Islamic law, aqud means: "a combination or pooling of supply (Ijab) and acceptance (qabul)" which is valid according to Islamic law. Consent is a quote from the first, while qabul is acceptance of the offer mentioned by the first party.
               Kontrak atau Akad dalam bahasa arab adalah ‘uqud jamak dari ‘aqd, yang secara bahasa arti nya, mengikat,bergabung, mengunci, menahan, atau dengan kata lain membuat suatu perjanjian. Di dalam Hukum Islam, aqud artinya : “ gabungan atau penyatuan dari penawaran ( Ijab ) dan penerimaan (qabul)” yang sah sesuai dengan hukum Islam. Ijab adalah penawaran dari pihak pertama, sedangkan qabul adalah penerimaan dari penawaran yang disebutkan oleh pihak pertama.


               Lima akad dasar transaksi syari’ah dan aplikasinya dalam bidang perbankan:

Titipan (Wadi’ah),
 merupakan titipan murni dari satu pihak kepada pihak lain. Akad wadi’ah terbagi dua yaitu:
a. Wadi’ah Yad Al-Amanah
              Merupakan akad penitipan barang/uang dari penitip (muwaddi’) kepada penyimpan (mustawda’) dimana barang/uang yang dititipkan tidak boleh dipergunakan dan dimanfaatkan oleh penyimpan. Kerusakan atau kehilangan barang/uang titipan yang bukan disebabkan oleh kelalaian penyimpan bukan tanggung jawab penyimpan. Sebagai konsekuensinya, penyimpan dapat membebankan biaya penitipan kepada penitip yang telah disepakati bersama.


Aplikasi perbankan: safe deposit box


b. Wadi’ah Yad Al-Dhamanah
              Merupakan akad penitipan barang/uang dari penitip (muwaddi’) kepada penyimpan (mustawda’) dimana barang/uang yang dititipkan dapat dipergunakan dan dimanfaatkan dengan seijin penyimpan. Semua keuntungan yang dihasilkan adalah milik penyimpan dengan konsekuensi kerusakan atau kehilangan barang/uang yang dititipkan merupakan tanggung jawab penyimpan. Penyimpan tidak dilarang untuk memberikan bonus kepada penitip dengan catatan tidak dijanjikan sebelumnya.


Aplikasi perbankan: giro wadi’ah, tabungan wadi’ah


2. Bagi Hasil (Syirkah)


a. Mudharabah
               Merupakan akad kerja sama antara dua pihak, satu pihak sebagai penyandang dana (Shahibul Maal) yang menyediakan seluruh modal, sedangkan pihak kedua sebagai pengelola. Keuntungan yang didapat dibagi berdasarkan nisbah yang disepakati diawal. Jika terjadi kerugian maka kerugian ditanggung oleh pemilik modal selama bukan disebabkan kelalaian pengelola.


Terdapat dua jenis mudharabah, yaitu:


Mudharabah Mutlaqah
           Merupakan akad kerja sama yang tidak terikat. Dalam artian, pengelola dapat melakukan usaha apapun yang tidak terikat jenis usahanya, waktu, daerah cakupan bisnis, dll.


Aplikasi perbankan:


- Dalam penghimpunan dana: tabungan mudharabah, giro mudharabah, deposito mudharabah.


- Dalam penyaluran dana: pembiayaan proyek dengan akad mudharabah.


Mudharabah Muqayyadah
           Merupakan akad kerja sama yang terikat. Dalam artian, pengelola harus menggunakan modal yang ada untuk menjalankan usaha sesuai dengan yang telah disepakati di awal oleh kedua belah pihak.


Aplikasi perbankan: special investment dan penyalurannya.


b. Musyarakah


            Merupakan akad kerja sama antara dua pihak atau lebih dimana masing-masing pihak memiliki kontribusi sebagai penyandang dana (Shahibul Maal) maupun sebagai pengelola dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan risiko akan ditanggung bersama-sama.


Aplikasi perbankan: pembiayaan proyek dengan akad musyarakah.


3. Jual Beli (Tijarah)


a. Murabahah


             Merupakan jual beli barang dengan spesifikasi yang jelas dan harga pokok yang diketahui dengan tambahan keuntungan bagi penjual yang telah disepakati bersama. Pembayaran dilakukan dengan angsuran. Kepemilikan barang oleh pembeli dimulai ketika penandatanganan kontrak, tetapi dengan adanya suatu jaminan pada penjual.


Aplikasi perbankan: pembelian barang-barang investasi.


b. Salam


             Merupakan pembelian dengan pesanan terhadap barang yang spesifikasinya jelas, yang barangnya diserahkan diakhir, sedangkan pembayaran dilakukan diawal. Biasanya merupakan aplikasi perbankan untuk pertanian. Terdapat pula salam paralel.


Aplikasi perbankan: pemberian pembiayaan bagi petani dari bank yang selanjutnya dilakukan pembelian hasil panen oleh bank dan bank menjualnya kembali kepada pedagang.


c. Istishna’


             Merupakan kontrak penjualan antara pembeli dan pembuat barang terhadap barang yang spesifikasinya jelas, yang barangnya diserahkan diakhir, sedangkan pembayaran dilakukan sesuai dengan kesepakatan (dapat dilakukan diawal/diakhir/diangsur). Terdapat pula istishna’ paralel.


Aplikasi perbankan: pembelian barang-barang investasi.


4. Sewa (Ijarah)


a. Ijarah


           Merupakan akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa melalui pembayaran upah sewa tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang tersebut.


Aplikasi perbankan: operating lease, financial lease


b. Ijarah Muntahia bit Tamlik


            Merupakan akad sewa barang atau jasa yang diakhiri dengan pemindahan kepemilikan atas barang atau jasa tersebut.


Aplikasi perbankan: capital lease


5. Jasa (Ujroh)


a.Wakalah


             Merupakan proses pelimpahan atau pendelegasian amanah oleh seseorang kepada orang lain dengan biaya yang disepakati.


Aplikasi perbankan: meminta bank untuk menggantikan nasabah dalam penagihan utang.


b. Kafalah


            Merupakan proses mengalihkan tanggung jawab seseorang yang dijamin dengan berpegang teguh pada tanggung jawab orang lain sebagai penjamin. Pihak yang menjamin dapat mengenakan biaya yang disepakati di awal.


Aplikasi perbankan: meminta bank untuk menjamin pembelian barang investasi yang dilakukan oleh nasabah.


c. Hawalah


Merupakan proses pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya.


Aplikasi perbankan: factoring, bill discounting


d. Ar-Rahn


Merupakan proses menahan salah satu harta milik peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya.


Aplikasi perbankan: jaminan utang atas dana pembiayaan.


e. Sharf


Merupakan proses penukaran bank note.


          Rukun akad ada tiga, yaitu : 1.Sighah, yaitu pernyataan ijab dan qabul dari kedua belah pihak, boleh dengan lafad atau ucapan, boleh juga di lakukan dengan tulisan., sighah, harus lah selaras antara ijab dan qabul nya. Apa bila satu pihak menawarkan (ijab) benda A dengan harga seratus rupiah, pihak lain haru menerima (qabul) dengan menyebutkan benda A senilai seratus rupiah pula, bukan benda B yang haraga nya 150 rupiah. Dalam sighah kedua belah pihak harus jelas menyatakan penawaran nya dan pihak yang lain harus dengan jelas menerima tawaran nya (transparansi), qabul harus langsung di ucapkan setelah ijab di ucapkan, ijab dan qabul harus lah terkoneksi satu dengan yang lain tanpa ada nya halangan waktu dan tempat, misal nya ijab di tawarkan hari ini dan di jawab 2 hari kemudian itu tidak lah sah, ijab dan qabul juga harus di lakukan di dalam satu ruangan yang sama oleh kedua belah pihak atau istilah nya harus di dalam satu majelis yang sama.

2. Aqidan, yaitu : pihak pihak yang akan melakukan akad, kedua belah pihak yang akan melaksanakan akad ini harus sudah mencapai usiaakil-baligh ( sesuai hukum yang berlaku di suatu negara), harus dalam keadaan waras (tidak gila) atau mempunyai akal yang sehat, harus dewasa (rushd) dan dapat bertanggung jawab dalam bertindak, tidak boros, dan dapat di percaya untuk mengelola masalah keuangan dengan baik.

3. Mahal al-aqd atau objek akad yaitu : jasa, atau benda benda yang berharga dan objek akad tersebut tidak di larang oleh syariah. Objek akad yang di larang (haram) oleh hukum Islam adalah: 1. Alkohol 2. Darah 3. Bangkai 4. Daging babi.


               Kepemilikan dari objek akad harus sudah berada pada satu pihak, dengan kata lain,objek akad harus ada pada saat akad di laksanakan, kecuali pada transaksi Salam dan Istisna. Objek akad harus sudah di ketahui oleh kedua belah pihak, berat nya, harga nya, spesifikasi nya, model nya, qualitas nya. Perlu di perhatikan di sini, di dalam hukum Islam, seseorang tidak di perboleh kan untuk menjual sesuatu yang bukan milik nya, contoh nya: menjual burung burung yang masih terbang di udara, atau menjual ikan ikan yang masih berenang di lautan lepas, karena tidak jelas berapa jumlah dan sulit untuk menentukan harga pasti nya, yang berakibat pada ada nya unsur ketidak pastian ataugharar. Ketidak pastian atau gharar ini dapat membatal kan akad, sama hal nya dengan Riba (interest/bunga bank) dan Maisir (judi). Ketiga unsur tersebut sebaik nya di hindari dalam transaksi yang menggunakan akad syariah.

            Legalitas dari akad di dalam hukum Islam ada 2. yang pertama. Sahih, atau sah, yang artinya semua rukun kontrak beserta semua kondisi nya sudah terpenuhi, yang kedua. Batil, apabila salah satu dari rukun kontrak tidak terpenuhi maka kontrak tersebut menjadi batal atau tidak sah, apa lagi kalau ada unsur Maisir, Gharar dan Riba di dalam nya. Akad yang efektif di bagi lagi menjadi 2 , Yaitu : 1. Lazim – mengikat danGhayr al –lazim – tidak mengikat. Akad lazim adalah akad yang tidak dapat di batal kan oleh salah satu pihak tnapa persetujuan pihak yang lain nya. Contoh nya : perceraian dengan kompensasi pembayaran properti dari istri yang di berikan kepada suami. Sedang akad ghayr al-lazim dapat di batal kan oleh salah satu pihak tanpa persetujuan dari pihak yang lain nya contoh nya dalam transaksi partnership (musyarakah), agency (wakalah), wasiat (wassiyyah), pinjaman (arriyah), dan penitipan (wadiah).






Reference:


1.INCEIF 2006, Aplied Shariah in Financial Transaction , The Requirement of shariah in Financial Transactions.











Friday, September 28, 2012

pengertian dasar


























perangkat keras























definisi komputer







































































Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management